Jumat, 14 Desember 2012

BUPATI YANG BERPERIKEMAJUAN




Setelah DKI Jakarta, disusul Jawa Barat,
tak lama lagi pesta demokrasi akan
menuju Jawa Tengah. Pada 26 Mei 2013,
Pilgub Jateng digelar bersamaan
waktunya dengan penyelenggaraan
Pilbup Kudus dan Temanggung. Penulis
memilih Temanggung sebagai bahan
wicara, selain alasan domisili juga karena
merasakan betul denyut nadi
...
perkembangan politik lokal yang harus
diungkap ke ruang publik sebagai bagian
penting membaca realitas. Pilkada mesti
dilihat secara esensial dalam dua hal yang
harus menghasilkan makna politik
beradab. Realitas itu bisa terwujud
manakala kita mendapatkan pemimpin
dengan sifat atau karakter maju, atau bisa
kita sebut pemimpin berperikemajuan.

Kamis, 13 Desember 2012

NETRALITAS PNS DI JAJARAN PEMDA TEMANGGUNG DIUJI

Tiga
pejabat di jajaran Pemerintah
Kabupaten Temanggung, Jawa
Tengah, berkeinginan maju dalam
ajang pemilihan bupati (pilbup)
Temanggung 2013. Tiga pejabat
tersebut adalah Kepala Dinas
Pendapatan Pengelolaan Keuangan
dan Aset Daerah (DPPKAD)
Kabupaten Temanggung Sadwoko
...
Heri Susatyo, Wakil Bupati
Temanggung Budiarto, dan Sekretaris
Daerah Kabupaten Temanggung
Bambang Arochman.
Bupati Temanggung Hasyim Afandi
mengatakan, secara lisan tiga pejabat
tersebut sudah mengutarakan niat
mereka untuk menjadi bakal calon
bupati. "Mereka bertiga sudah
meminta restu untuk maju dalam pilbup
dan sudah saya restui," ujarnya, saat
ditemui usai acara sosialisasi tentang
netralitas pegawai negeri sipil (PNS)
dalam pemilihan gubernur (pilgub)
Jawa Tengah dan pemilihan bupati
(pilbup) Temanggung 2013 di Graha
Bhumi Phala, Kabupaten
Temanggung, Selasa (4/12/2012).

Kamis, 26 Juli 2012

Pemerintah Kabupaten Temanggung, , akan merelokasi belasan rumah Rawan Longsor di Dusun Kedopokan

Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, akan merelokasi belasan rumah di kawasan rawan longsor di Dusun Kedopokan, Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan.


Bupati Temanggung Hasyim Afandi di Temanggung, Senin, mengatakan, berdasarkan penelitian dari Tim Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, rumah warga yang berada di Zona I dan II sebanyak 15 rumah perlu direlokasi.

"Rekomendasi dari tim peneliti UGM, sebanyak tujuh rumah di zona I dan delapan rumah di zona II perlu direlokasi. Untuk Zona I wajib relokasi, sedangkan di zona II tidak wajib dengan syarat harus membangun pengamanan berupa talut," katanya.

Ia mengatakan, untuk keperluan relokasi tersebut akan diusulkan anggaran pada APBD perubahan 2012.

Hasyim menuturkan, pembahasan APBD perubahan akan dimulai pertengahan Juli 2012 dan diharapkan pada Agustus 2012 sudah dapat disahkan dan program relokasi dapat segera terealisasi.

"Kalau lahan relokasi sudah ada, bisa menggunakan tanah pemkab, tetapi lokasinya agak jauh," katanya.

Ia mengatakan, untuk persiapan proses relokasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung akan melakukan pendataan ulang warga di kawasan rawan bencana di Tlogopucang.

Bupati mengatakan, dari data yang tertulis harus dilakukan penelitian ulang, berapa jumlah warga dalam Zona I dan Zona II dan berapa rumah sudah relokasi mandiri dan siapa yang tidak mau relokasi dengan alasan bagaimana.

"Proses pendataan ulang itu penting untuk dilakukan, kalau ada yang tidak bersedia direlokasi dengan alasan apa. Mungkin karena mereka tidak memiiki tanah atau mereka tidak memiliki uang untuk relokasi. Berdasarkan permasalahan tersebut, nanti akan kami tindaklanjuti melalui program strategis yang akan kami susun," katanya.

Ia mengatakan, proses pendataan ulang segera diselesaikan dan dilanjutkan pembahasan teknis berikutnya dan anggaran yang diperlukan bisa diajukan pada APBD perubahan. (atk) Suaraberita.com

Sabtu, 19 Mei 2012

Warga Kedopokan yang Rawan longsor "Bedol Rumah"

Gb. Rumah warga yg sudah mulai di bungkar dan di turunkan Gentengnya
Tlogopucang - Tumpukan genteng yang telah menghitam dan sejumlah kayu bangunan bekas yang sebagian tidak utuh lagi terlihat di pinggir jalan saat memasuki Dusun Kedopokan, Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Sejumlah anak sekolah dan warga terlihat bergotong royong membongkar sebuah bangunan rumah. Mereka menurunkan genteng kemudian dibawa ke pinggir jalan secara estafet.
Sekelompok pemuda mengusung bagian atap rumah berupa kuda-kuda kayu ke atas mobil "pick up" yang kemudian dibawa ke tempat lain untuk dirangkai kembali menjadi bangunan rumah.

Begitulah kegiatan masyarakat Dusun Kedopokan dalam beberapa waktu terakhir. Mereka terpaksa "bedol rumah" atau membongkar bangunan rumah mereka untuk dibangun kembali di daerah lain yang lebih aman dari ancaman bahaya tanah longsor.

Jumat, 18 Mei 2012

25 keluarga pindah karena khawatir longsor

Warga saat bermusyawarah tentang relokasi dg Kades Tlogopucang
Temanggung  - Dua puluh lima keluarga warga Dusun Kedopokan, Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, memilih pindah rumah karena khawatir terjadi tanah longsor.

Kepala Dusun Kedopokan, Imbuh Alwani, di Temanggung Jumat mengatakan, untuk sementara warga yang pindah rumah sebanyak 25 keluarga. Mereka pindah rumah ke lahan milik sendiri atau milik saudara yang lokasinya lebih aman dari ancaman tanah longsor.

GP Ansor Temanggung Bantu Relokasi di Kedopokan

TEMANGGUNG,  Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Temanggung, mengirim sebanyak 150 personil Banser untuk membantu masyarakat Dusun Kedopokan, Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan, merelokasi rumah yang terancam bencana tanah bergerak dan longsor. Mereka dipimpin oleh Wakil Kapala Satkorcab Banser Temanggung Abdul Rozaq.
Setelah melalui koordinasi dengan SAR Temanggung, para personil Banser tersebut dibagi menjadi lima kelompok. Yakni, ada kelompok yang bertugas meratakan tanah, kemudian merobohkan rumah, membangun rumah, mengangkat material dan kayu bongkaran rumah, serta melaksanakan tugas lainnya.

Tim LPM UGM teliti tanah bergerak di Temanggung

Kondisi geografis Dusun  Kedopokan (Foto : Zaini Arrosyid)
Temanggung, Tim Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Gadjah Mada Yogyakarta meneliti tanah bergerak di Dusun Kedopokan, Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Kamis.

Tim yang dipimpin Ketua Program Magister Pengelolaan Bencana Alam Fakultas Teknik UGM, Rachmad Jayadi, dengan anggota Dwikorita Karnawati, Teuku Faisal Fathani, dan Haryo tersebut melakukan observasi lapangan dan kajian teknis kejadian longsor yang oleh masyarakat setempat sebagai tanah bergerak.

Mereka meneliti, antara lain pemetaan tanah, mengukur derajat kemiringan, mengambil sampel tanah dan batuan.

Rachmad Jayadi mengatakan, kajian di lapangan untuk mengetahui fenomena terjadinya longsor. Hasilnya akan disampikan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung sebagai bahan mengambil kebijakan atas kondisi tanah di Dusun Kedopokan.

Kamis, 17 Mei 2012

Mahasiswa STAINU Galang Dana Untuk Pengungsi Kandangan

Ilustrasi
TEMANGGUNG  - Puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Temanggung yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) menggelar aksi penggalangan dana untuk pengungsi korban tanah bergerak di Dusun Kedhopokan, Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan. Penggalangan dana dipusatkan di Perempatan Terminal Induk Madureso Temanggung.

"Penggalangan dana ini kami lakukan untuk memberikan bantuan kepada korban bencana alam agar sedikit berkurang beban yang dialaminya. Karena kami terbatas untuk memberikan sumbangan dari institusi kami, yang kami lakukan adalah menggalang dana dari masyarakat umum untuk mereka," terang salah seorang pengurus BEM, Khotibul Umam, Senin (14/5).

Rabu, 16 Mei 2012

Anak-anak Pengungsi Akan Jalani Pemulihan Psikologi

TEMANGGUNG  - Sebuah tim khusus akan diterjunkan Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita (BBRSBG) Kementrian Sosial untuk pemulihan psikologi anak-anak pengungsi di dusun Kedopokan Desa Tlogopucang Kecamatan Kandangan Temanggung.
Anggota Unit Reaksi Cepat BBRSBG, Bambang Edi, Selasa (15/5) mengatakan pemulihan psikologi diperlukan agar anak-anak pengungsi bisa melupakan trouma psikologi yang dialami saat evakuasi akibat adanya pergerakkan tanah, Rabu (9/5).
"Anak-anak diungsikan pada malam hari, warga ada yang menggedor pintu saat evakuasi, ini sedikit banyak berdampak pada luka psikologis anak," katanya.

Pasca Tanggap Darurat Bencana berakhir Pemdes Tlogopucang membentuk Posko Penanggulangan Bencana Mandiri


Tlogopucang,  Rabu (16/5) Masa Tanggap Darurat Bencana di Dusun Kedopokan Desa Tlogopucang Kecamatan Kandangan Resmi berakhir dengan di tandai Penandatanganan berita acara serah terima dari Kepala Dinas sosial Kabupaten Temanggung    Teguh Suryanto  yang di damping  Kepala Bidang Asistensi Umi Lestari Nurjanah  kepada Pemerintah desa Tlogopucang  yang diwakili oleh Kepala Desa Tlogopucang Ahmad  Zaidin. Pada kesempatan itu Umi Lestari Nurjanah mengatakan miskipun dapur umum  ditutup Rabu (16/5). Tetapi bantuan sembako tetap akan disalurkan pada warga Melalui Pemerintah Desa, untuk pemenuhan kebutuhan dasar.  Selain, itu juga disalurkan susu, pembalut, sabun, dan berbagai kebutuhan lainnya selama di pengungsian.

Selasa, 15 Mei 2012

Do'a Warga Kedopokan Dikabulkan

Warga sedang membantu menyiapkan lahan Relokasi
Warga Dusun Kedopokan, Desa Tlogopucang, Kandangan yang sepekan ini  berdoa meminta hujan deras mengguyur dan longsor sehingga tanah akan stabil serta dijadikan tanah permukiman bila mendapat izin pemerintah. terjawab sudah tadi sore sekita 1 jam 20 menit Dusun Kedopokan Diguyur hujan dengan instensifitas sangat tinggi, mulai pukul 16.00 dan hujan baru reda pada pukul 17.20 waktu setempat. namun menurut pemantauan dari Tim Relawan PMI Ahmad Tirun bahwa Hujan yang mengguyur tadi sore itu tidak membuat tanah yang sudah retak menjadi longsor.

Warga Pengungsi Minta masa Tanggap Darurat diperpanjang

siswa MAN Temanggung saat memberikan Bantuan Logistik di Posko pengungsian
warga Dusun Kedopokan, Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung berharap masa darurat diperpanjang sampai bisa bertempat tinggal. Sedangkan, masa tanggap darurat akan berakhir, Rabu (16/5/2012).

"Dengan perpanjangan tanggap darurat, berarti dapur umum tetap beroperasional. Dapur

Jumat, 11 Mei 2012

Update daftar pengungsi siaga bencana

Tlogopucang, 12 Mei 2012  jam 24.00 hasil Rapat dan data Ulang para pengungsi dari daerah rawan longsor dusun Kedopokan Desa Tlogopucang Kecamatan Kandangan Per 12 Mei 2012 mengalami penurunan dikarenakan banyak yang sudah kembali kerumahnya dan beraktifitas seperti biasa sehingga tercatat di posko Pengungsian baik yang menetap di TPS (Tempat Pengunsian Sementara) maupun yang dirumah-rumah warga sebagai berikut :
                Jumlah KK       : 128
                Jumlah Rumah   : 106
                Jumlah Jiwa       : 447
dengan rincian   :
Lansia               : 34      jiwa
Dewasa            : 281    Jiwa
Remaja             : 42      Jiwa
Anak-anak        : 67      Jiwa
Balita                : 23      Jiwa
                                  Laki-laki           : 214  Jiwa
                                  Perempuan        : 233  Jiwa
                                 Jumlah Total        : 447  Jiwa

Terancam Longsor, Warga Temanggung Minta Relokasi

Temanggung, Sebanyak 747 jiwa dari 207 keluarga warga Dusun Kedopokan yang mengungsi ke daerah lebih aman menyusul terjadi tanah bergerak dan tebing longsor di wilayah tersebut, sebagian minta direlokasi.

Bupati Temanggung Hasyim Afandi di Temanggung, Jumat, mengatakan penanganan korban bencana tanah bergerak di Dusun Kedopokan, Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan, kabupaten setempat masih menunggu rekomendasi dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jawa Tengah.

Penanganan bencana di Tlogopucang perlu prioritas, namun harus dilakukan survei dan pemetaan wilayah tersebut agar diketahui seberapa besar radius bahayanya, katanya.

Kamis, 10 Mei 2012

Waspada Tanah Longsor



Tanah longsor sering terjadi di Indonesia, taerutama pada musim penghujan. Kejadian bencana pada umumnya terjadi di daerah perbukitan sehingga banyak menimpa masyarakat di daerah kaki bukit serta menghancurkan prasarana transportasi seperti jalan, jembatan, dan rel kereta api.

Upaya pencegahan untuk mengurangi dampak bencana tanah longsor :
•    Kenali  daerah tempat tinggal kita sehingga jika terdapat ciri-ciri daerah rawan longsor kita dapat menghindar.
•    Perbaiki tata air dan tata guna lahan daerah lereng.
•    Tanami daerah lereng dengan tanaman yang sistem perakarannya dalam (akar tunggang)
•    Tutup retakan-retakan yang timbul di atas tebing dengan material lempung untuk mencegah air masuk kedalam tanah
•    Selalu waspada pada sat musim hujan terutama pada saat curah hujan yang tinggi dalam waktu lama.
•    Waspada terhadap mata air/rembesan dan kejadian longsor skala kecil di sepanjang lereng.

Situasi saat longsor :
•    Bencana tanah longsor pada umumnya terjadi secara mendadak pada saat atau setelah terjadi hujan.
•    Kejadian longsor pada umumnya terjadi dengan diikuti suara gemuruh, disertai gerakan massa tanah dan/ atau batuan yang meluncur sangat cepat kebawah bukit menyapu apa yang dilewati.

DATA UPDATE PENGUNGSI JAM 17.00 WIB TGL 10 MEI 2012


REKAP JUMLAH







JML. RUMAH
:
189

JML. KK
:
207

JML. ORG
:
747
Jiwa




JML. LANSIA
:
40
Jiwa
JML. DEWASA
:
492
Jiwa
JML. REMAJA
:
68
Jiwa
JML. ANAK2
:
103
Jiwa
JML. BALITA
:
44
Jiwa
JML. TOTAL

747
Jiwa

Rabu, 09 Mei 2012

POSKO PENGUNGSIAN


Bupati Temangung Drs Hasyim Afandi didampingi
 Bpk Wakil Bupati, Bpk Camat Kandangan dan
Bpk Bagus Pinuntun saat memberikan pengarahan
dan motifasi kepada pengungsi.
Ibu-Ibu Pengungsi saat mendapatkan Pengarahan oleh
Bupati Temanggung dalam Posko Pengungsian


Suasana Kampung Kepil Dusun Kedopokan yang sudah kosong
Tidak berpenghuni
DAFTAR KEPALA KELUARGA
PENGUNGSI RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR
DUSUN KEDOPOKAN DESA TLOGOPUCANG
KEC. KANDANGAN KAB. TEMANGGUNG
TANGGAL 09 MEI 2012
Pukul 21.00 WIB

Tanah Bergerak, 243 Warga Tlogopucang Mengungsi



Keadaan tebing yang longsor sekitar 70m
Tlogopucang: Sebanyak 70 kepala keluarga warga Dusun Kedopokan, Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (9/5), mengungsi ke daerah yang lebih aman menyusul terjadinya tanah bergerak di daerah tersebut. Sekretaris Desa Tlogopucang, Budi Pranyoto, mengatakan warga yang mengungsi 243 jiwa dari Dusun Kedopokan. "Mereka mengungsi ke sejumlah rumah warga yang dianggap lebih aman," katanya.

Rabu, 28 Maret 2012

APA ITU e-KTP ?

e-KTP atau KTP Elektronik adalah dokumen kependudukan yang memuat sistem keamanan / pengendalian baik dari sisi administrasi ataupun teknologi informasi dengan berbasis pada database kependudukan nasional.

Penduduk hanya di...perbolehkan memiliki 1 (satu) KTP yang tercantum Nomor Induk Kependudukan (NIK). NIK merupakan identitas tunggal setiap penduduk dan berlaku seumur hidup

Nomor NIK yang ada di e-KTP nantinya akan dijadikan dasar dalam penerbitan Paspor, Surat Izin Mengemudi (SIM), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Polis Asuransi, Sertifikat atas Hak Tanah dan penerbitan dokumen identitas lainnya (Pasal 13 UU No. 23 Tahun 2006 tentang Adminduk)

Quote:
Autentikasi Kartu Identitas (e-ID) biasanya menggunakan biometrik yaitu verifikasi dan validasi sistem melalui pengenalan karakteristik fisik atau tingkah laku manusia. Ada banyak jenis pengamanan dengan cara ini, antara lain sidik jari (fingerprint), retina mata, DNA, bentuk wajah, dan bentuk gigi. Pada e-KTP, yang digunakan adalah sidik jari.

Rabu, 07 Maret 2012

BUPATI TINJAU EMBUNG TLOGOPUCANG


TLOGOPUCANG, Bupati Temanggung Drs. Hasyim Afandi mengadakan kunjungan kerja meninjau embung desa Tlogopucang  Kecamatan Kandangan Senin kemarin (5/3). Dalam peninjauan tersebut Bupati didampingi Asisten Kkbang dan kesra, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, Kabag Pembangunan dan diterima Camat Kandangan beserta segenap Perangkat desa.
     Bupati disela-sela peninjauan memberikan apresiasai yang tinggi kepada Bank Jateng, yayasan Obor Tani Semarang dan masyarakat Tlogopucang  yang telah selesai membangun embung guna menunjang kebutuhan air untuk menyiram berbagai komoditas pertanian. Diharapkan embung tersebut dimanfaatkan dan dipelihara dengan sebaik-baiknya agar usaha tani bisa maju dan berkembang supaya  petani sejahtera.
     “Keberadaan embung merupakan asset berharga, petani mesti cerdas memanfaatkannya  dengan menanam komoditas unggulan seperti klengkeng itoh untuk menghasilkan uang. Agar berhasil petani mesti berpikir maju,  kreatif, inovatif dan produktif, memperhatikan tata cara bertani secara modern“ tandasnya.
     Menurutnya  petani era sekarang sudah waktunya  berfikir dan bekerja secara produktif  selaras dengan perkembangan teknologi pertanian. Dengan adanya embung maka tersedia air yang cukup dan menjadikan tanah disekitarnya menjadi tanah emas. Oleh karena itu komoditas yang ditanam mesti  jenis tanaman emas yang prospek pasarnya cerah dan bernilai ekonomi tinggi.

Sabtu, 03 Maret 2012

PHBM Dimanakah Engkau kini Berada

Diawal  tahun 2005 pihak Perhutani gencar-gencarnya menggulirkan program PHBM (Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat) yang tujuannya menggandeng semua instansi Pemerintah, kalangan akademisi, LSM dan masyarakat desa pinggir hutan, berembuk bersama Perhutani untuk menyusun rencana bersama bagaimana cara melestaikan alam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pinggir hutan, dengan mengadakan kegiatan bersama baik didalam kawasan hutan maupun diluar kawasan hutan.  Pada kenyataannya pihak instansi pemerintah daerah belum banyak yang mengenal dan mengetahui apa itu PHBM ? Apa peran mereka di PHBM ? dan banyak pertanyaan yang dikeluarkannya.  Hal tersebut sering dilakukan oleh masyarakat desa pinggir hutan mengadakan pertemuan dan dialog tentang pengelolaan hutan secara bersama agar hutan menjadi lestari dan masyarakat sejahtera.  Jadi selama ini pengelolaan hutan hanya dilakukan oleh pihak dinas terkait yang mengurusi hutan seperti Perhutani dan Dinas Kehutanan dan warga pinggir hutan, sementara orang kota, dinas-dinas yang lain menganggap bahwa itu bukan urusan kami.
Pengenalan PHBM di desa-desa melahirkan LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) dengan tujuan mensejahterakan masyarakat pinggit hutan yang kegiatannya baik didalam lawasan hutan meliputi menyusun rencana bersama Perhutani dengan masyarakat tentang pengelolaan hutan dan kegiatan diluar kawasan hutan berupa kegiatan pertanian, peternakan dan lain sebagainya.  LMDH ini memiliki akta notaris dan akta kerja sama antara Perhutani dan LMDH.  Dengan terbentuknya LMDH dimasing-masing desa maka dibentuk pula FK-PHBM (Forum Komunikasi Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat) dengan tugas sebagai forum diskusi dan informasi tentang isu hutan.  Bahkan FK-PHBM ini dibentuk dimulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten dan Provinsi.  Namun FK-PHBM sirna dengan seiring waktu yang berjalan.  Sesungguhnya apabila forum ini berjalan maka bukan tindak mustahil percepatan kesejahteraan masyarakat desa akan tercapai karena semua elemen para pihak berkontribusi didalamnya, program yang digulirkan akan senantiasa memperhatikan kelestarian lingkungan.  Pada kondisi sekarang ini apa yang didapat dari LMDH, hanya sebuah sharing tahunan dari usaha yang dilakukan Perhutani dalam mengelola hutan produksinya. Lembaga yang sudah ber-akta notarispun ternyata tidak banyak bermanfaat, karena lembaga tersebut tidak dianggap oleh lembaga lain, dan harus membuat lembaga baru sesuai permintaan.

Kamis, 16 Februari 2012

Jerat-Jerat Utang



Oleh: Muhammad Nuh
Dunia bagi seorang mukmin adalah arena ujian. Adakalanya ia sukses mengarungi hidup. Sabar atas segala cobaan yang silih berganti menghantam bagaikan badai. Tapi, tak tertutup kemungkinan bisa gagal dan jatuh menyakitkan.
Ada banyak cobaan hidup. Di antaranya berkisar masalah uang. Salah satu masalah yang kerap dijumpai berkenaan dengan uang adalah utang. Karena, kian hari utang menjadi sesuatu hal yang hampir tak bisa lagi terhindarkan.
Hidup di dunia moderen nyaris berhimpit dengan utang. Bahkan, untuk sebagian orang, utang menjadi gaya hidup. Orang bisa dikatakan maju jika mampu berutang. Semakin banyak utang, semakin tinggi status sosialnya. Orang kian dimanja dengan utang. Sekaligus ditipu dan dijatuhkan dengan utang. Na’uzdubillah min dzalik!
Seorang mukmin adalah manusia yang tidak tertutup kemungkinan tergiring dalam pola hidup seperti itu. Bisa banyak sebab yang menjadikan utang begitu dekat. Bahkan, menjadi incaran. Mungkin, masalah kemampuan ekonomi sehingga utang menjadi pilihan terakhir.
Masalahnya, mampukah seorang mukmin mengendalikan utang dalam kematangan dirinya. Utang beredar dalam batasan sarana yang hanya sebagai salah satu pilihan. Bukan sebagai tujuan. Jika utang menjadi tujuan, ia akan mengendalikan diri seseorang sehingga terpuruk dalam jurang kehancuran.
Betapa utang punya nilai bahaya yang lebih dahsyat daripada sebuah senjata yang mematikan. Bisa lebih ganas dari hewan buas mana pun. Di antara bahaya yang mengiringi belitan utang pada seseorang adalah:
 

Selasa, 14 Februari 2012

Pikatan Water Park Primadona Wisata baru Kabupaten Temanggung


Kabupaten Temanggung berada di tengah-tengah wilayah Provinsi Jawa Tengah. Di Temanggung terdapat satu tempat wisata baru yaitu Pikatan Water Park.
Jalan menuju Pikatan yang pendek ini cukup menarik, karena melewati persawahan yang luas dan jalan yang lebar. Ketika cuaca cerah, maka pelancong dapat menyaksikan gunung Merapi, Merbabu, Andong, Telomoyo dan gunung Ungaran.
Letaknya di Desa Mudal Kecamatan Temanggung, di lokasi ini terdapat wisata air Pikatan Water Park yang jaraknya hanya 2 km dari arah selatan kota Temanggung. Disini terdapat 11 water slide, 5 kolam renang, flying fox, jembatan goyang, dan ember tumpah. Disamping anak-anak, orang dewasapun dapat bermain di kawasan wisata ini.

Bagi masyarakat yang melintas di jalur Semarang-Purwokerto melalui Temanggung-Wonosobo bisa istirahat sambil menikmati kopi khas Temanggung di kawasan Kledung dengan memandang keindahan panorama alam yang menarik yakni lereng Gunung Sumbing dan Sindoro.

Saat ini Pikatan Water Park merupakan salah satu objek wisata andalan Kabupaten Temanggung terletak di Desa Mudal Kecamatan Temanggung memiliki daya tarik tersendiri karena menggunakan sumber air alami.

Pikatan Water Park dengan luas 1,5 hektare mempunyai sejumlah wahana permainan air, antara lain empat kolam renang, satu di antaranya merupakan kolam prestasi, 11 water slide dengan ukuran paling panjang 40 meter, dan tersedia vasilitas tempat bilas dengan air hangat.

Selain itu juga tersedia permaianan yang lain, yakni flying fox dan bola transfaran. Objek wisata ini juga akan menyediakan untuk arena outbound.

Pada hari libur objek wisata air ini banyak didatangi pengunjung mencapai 2.000 perhari bahkan pada kegiatan tertentu bisa mencapai 3.000 orang perhari.

Lokasi yang berjarak sekitar 2,5 kilometer arah selatan kota Temanggung ini bisa ditempuh dengan menggunakan angkutan kota atau angkutan tradisional dokar.

Kamis, 09 Februari 2012

Panen Lombok Bersama Wakil Bupati Temanggung


TLOGOPUCANG,  Bahagia dan haru Keluarga Kelompok Tani Makaryo Tiga Dusun Rowo Rejosari Desa Tlogopucang Kecamatan Kandangan saat memetik Lombok bersama Wakil Bupati Temanggung  Ir. Budiarto,MT  hari Rabu (8/2) diladang dusun Rowo Rejosari Desa Tlogopucang Kecamatan Kandangan beserta rombongan dari Bapeluh, Pertanian, Peternakan dan Perikanan.
     Keluarga Kelompok Tani Makaryo Tiga baru terbentuk 1 (satu) bulan yang lalu dengan anggota 60 orang usaha agrobisnis budidaya tananaman Lombok yang saat ini menanam seluas 10 hektar yang sudah dipanen sehari 3 ton dengan harga Rp.6.000,- /kg, tetapi harga tersebut belum memuaskan petani.
     Ketua Kelompok Tani Makaryo Tiga Sulam berharap kelompok tani yang baru terbentuk ini bisa berkembang dengan baik, saat menyambut kedatangan Wakil Bupati dan rombongan. Untuk meningkatkan kesejahteraan warga kelompok tani Makaryo Tiga usul mohon bantuan bibit jagung Srikandi, bibit Lombok Siminis dan ternak kambing atau lembu. 
     Camat Kandangan Tri Raharjo,SIP  dalam sambutanya merasa bahagia sekali dan sangat berterima kasih atas kunjungan Bapak Wakil Bupati di Dusun yang paling ujung Kecamatan Kandangan ini.Semoga dengan kedatangan ini menambah semangat warga kelompok tani serta meningkatkan semangat dalam mengolah pertanian dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.
     Wakil Bupati Ir. Budiarto,MT  menyampaikan bahwa kami berserta rombongan datang kesini untuk menyerap aspirasi secara langsung dari masyarakat bagaimana mengelola usaha pertaniannya, apa yang sudah dilaksanakan, apa yang sudah dihasilkan dan apa kekurangannya.
     Ditambahkan, Tiga setengah tahun saya dan Pak Hasyim Afandi mengemban amanah mensejahterakan masyarakat Petani,  karena 70 persen masyarakat usaha dibidang pertanian, tahun depan memperbaiki fasilitas jalan dan irigasi untuk menstabilkan harga maupun produk pertanian.