Jumat, 22 April 2011

CURUG LAWE


Sebagaimana Curug Trocoh, Curug Lawe juga terletak di kawasan utara Kabupaten Temanggung. Tepatnya di Desa Muncar, Kecamatan Gemawang. Kecamatan ini berbatasan dengan Kabupaten Kendal.
Panorama alam di curug ini tidak kalah dengan memikat dari Curug Trocoh. Perjalanan menuju lokasi juga cukup lancer, dengan jarak tempuh sekitar 26 km dari kota Temanggung kea rah utara.
Lawe, Disebut Curug karena air yang jatuh dari tebing curam itu terlihat bagai benang-benang putih, yang dalam bahasa jawa disebut lawe. Disekitar objek wisata terdapat buah khas gemawang, yaitu cendul (buah kepel), yang jarang dijumpai di daerah lain. Jika sedang musimnya, wisatawan bisa memetik buah kepel dari pohonya secara gratis. Buah ini sangat menyegarkan, sehingga bisa menghapus dahaga para pengunjung.
Pengunjung yang membawa kendaraan pribadi (mobil/sepeda motor) bisa menitipkan kendaraanya di rumah-rumah penduduk terdekat, kemudian berjalan kaki menyusuri jalan setapak menuju lokasi. Objek wisata ini sangat cocok untuk pengunjung yang menguasai wisata petualangan.
Tidak jauh dari Curug Lawe terdapat mata air panas yang bisa dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit kulit dan tulang, karena airnya mengandung belerang.
Dikawasan ini, pengunjung juga dapat menikmati wisata belanja sayuran dan buah-buahan, terutama pisang dengan harga sangat murah, karena langsung dibeli dari petani di Pasar Muncar.

CURUG TROCOH


SEJARAH
Curug Trocoh dikenal pula dengan nama Curug Surodipo, untuk menghormati perjuangan Surodipo, pengikut setia Pangeran Diponegoro. Ia pernah dipercaya sebagai panglima perang saat melawan tentara belanda (1825-1830).
Di Desa Tawangsari, Kecamatan Wonoboyo, inilah Surodipo membangun benteng pertahanannya. Di tempat ini pula, Pangeran Diponegoro mengumpulkan para panglima perang dan pengikutnya, untuk menyusun siasat perang gerilya yang sangat melegenda itu.
Seperti dataran tinggi lainnya, Kabupaten Temanggung juga memiliki
Beberapa obyek wisata air terjun (Curug). Yang cukup terkenal antara lain Curug Trocoh (Curug Surodipo) dan Curug Lawe.
Curug Trocoh terletak di Desa Tawangsari, Kecamatan Wonoboyo, sekitar 28 km dari arah barat laut Kota Temanggung. Istilah Trocoh, dalam bahasa jawa, berarti selalu mengeluarkan air. Air di Curug ini memang tak pernah surut, termasuk saat kemarau panjang. Tetapi ketika terjadi penjarahan hutan besar-besaran di awal reformasi, ekosistem di kawasan ini sdikit terganggu. Meski tak Objek wisata ini disebut juga sebagai Curug Surodipo. Nama ini memang terkait dengan seorang tokoh pejuang bernama Surodipo, yang merupakan pengikut setia Pangeran Diponegoro. Surodipo mengungsi ke Tawangsari, sekaligus untuk menyusun strategi perang melawan tentara Belanda.
Curug Trocoh memiliki keunggulan yang jarang dimiliki objek wisata air terjun lainnya, yaitu mempunyai lima terjunan bertingkat. Ketinggian curug, dari puncak ke dasar sekitar 120 meter. Jarak antara terjunan satu dan terjunan berikutnya rata-rata 20 meter. Selain itu, airnya bersih dan segar.
Di sekitar curug terdapat bebatuan alam yang digunakan untuk duduk bersantai sambil menikmati keindahan air terjun dengan ketinggian yang terjal tersebut.
Apalagi panorama alamnya sangat indah, khas pedesaan, serta berhawa sejuk. Dengan berbagai kelebihan ini, Curug Trocoh layak “dijual” sebagai objek wisata alam dan sejarah.
Tak sedikit pengunjung yang sengaja datang untuk melakukan meditasi, guna meningkatkan kemampuan supranaturalnya. Tempat yang sering digunakan untuk meditasi adalah goa-goa disekitar Watu Godheg. Tak jauh dari air terjun.
Untuk memopulerkan objek wisata ini, Pemerintah Kabupaten Temanggung pernah mengadakan acara jelajah wisata curug Surodipo. Rutenya dimulai dari depan Kecamatan Wonoboyo menuju lapangan Desa Tawangsari yang berjarak sekitar 7 km.
Perjalanan bisa dilakukan dengan mobil atau motor. Dari lapangan, penjelajahan dilanjutkan dengan naik bukit menuju Curug Trocoh yang berjarak 3 km. Kegiatan ini perlu diteruskan dan dikemas lebih baik lagi dimasa datang, sebagai siasat menjaring minat calon wisatawan. Infestor pun sangat berpeluang menanamkan kapitalnya dengan membangun sarana-prasarana wisata di sekitar curug Trocoh.
           

Kamis, 21 April 2011

PROFIL DESA TLOGOPUCANG



GAMBARAN UMUM 
KONDISI DESA
A. Kondisi Geografis
     1. Letak Wilayah
Desa Tlogopucang merupakan salah satu dari 16 Desa di kecamatan Kandangan Kabupaten Temanggung dengan luas wilayah 1017 Ha². Secara Geografis, Desa Tlogopucang terletak diwilayah pegunungan yang berketinggian diantara 600 – 1000 m dari Permukaan Laut, dengan Curah hujan 2000-2500mm/Tahun, suhu rata-rata 29° dengan Kondisi Kemiringan 15,45%.
Batas wilayah Desa Tlogopucang sebelah Utara berbatasan dengan Desa Kedawung dan Desa Margolelo, sebelah Timur berbatasan dengan Dusun Ngoho Desa Kemitir Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Tempuran Kecamatan Kaloran, dan sebelah Barat berbatasan dengan Desa Ngemplak Kecamatan Kandangan.
2.   Pembagian Wilayah
Secara Administratif Desa Tlogopucang terdiri dari 9 Dusun, 9 RW dan 53 RT Yaitu :

Selasa, 05 April 2011

LAPORAN KEPENDUDUKAN

  BULAN MARET 2011

PERINCIAN
WNI
ORANG ASING
JUMLAH
L
P
L
P
L
P
L + P
2
3
4
5
6
7
8
9
Penduduk awal bulan ini
3328
3178
-
-
3328
3178
6506
Kelahiran bulan ini
2
3
-
-
2
3
5
Kematian bulan ini
0
1
-
-
0
1
1
Pendatang bulan ini
1
4
-
-
1
4
5
Pindah bulan ini
1
6
-
-
1
6
7
Penduduk akhir bulan ini
3330
3178
-
-
3330
3178
6508

Selasa, 29 Maret 2011

Harga Diri Manusia

Setiap orang mempunyai harga diri yang menggambarkan nilai seseorang...
Dan setiap orang menilai dirinya sesuai dengan pemahamannya tentang HARGA buat DIRINYA...
Ada yang harga dirinya disandarkan dengan keturunan, rupa, ilmu, harta, tahta atau kedudukan....

Lalu harga diri seseorang dilihat oleh Allah dari apanya...?
Ilmunya...? Hartanya...? Umurnya...? Pengalaman perjalanannya...?

Meskipun tahu segala ilmu...
kita tetap saja BODOH selama belum mengenal Yang Maha Mengetahui.

Meskipun memiliki harta sepenuh bumi...
kita tetap saja MISKIN selama hati belum merasa kaya dengan Yang Maha Memiliki.

Meski rambut sudah memutih...
kita tetap ANAK-ANAK selama kita belum dewasa menyikapi kehidupan..

Meski sudah berhasil mendatangi berbagai tempat di penjuru dunia...
kita sebenarnya BELUM PERGI KEMANA-MANA kalau ruhaniah kita belum bisa mendatangi hadirat suci Allah Ta’ala.

Dan yang menentukan harga diri kita di hadapan Allah adalah HATI kita,
Dari sekian banyak alasan mengapa kita harus memperhatikan kehidupan HATI dan JIWA ini, di antaranya, yaitu:

MATA HATI


Mata adalah panglima jiwa.
Hampir semua perasaan & prilaku awalnya di picu oleh pandangan mata.
Bila di biarkan mata memandang yang dibenci & yang dilarang.
...Maka pemiliknya berada ditepi jurang bahaya.
Meskipun ia tidak sungguh-sungguh jatuh kedalam jurang.
(Imam Ghazali rahimahullah dalam kitab Ihya Ulumuddin)

Beliau memberi wasiat agar tidak menganggap ringan masalah pandangan.
Beliau juga mengutip syair, "Semua peristiwa yang besar awalnya mata, lihatlah api besar yang awalnya percikan api"

Hampir sama dengan bunyi syair tersebut, sebagaimana salapushalih mengatakan, "Banyak makanan haram yang bisa menghalangi orang melakukan shalat tahajjud di malam hari. Banyak pula pandangan kepada yang haram sampai menghalanginya dari membaca kitabullah"

Sabtu, 19 Maret 2011

Bangkitlah Petani .... !

Suara Rakyat, 20 Maret 2011

"Tuhan tidak akan mengubah nasib sesuatu kaum, terkecuali kaum itu sendiri yang merubah nya". Begitu pun dengan kaum tani. Di negeri ini, kaum tani, khusus nya mereka yang terkategorikan ke dalam jajaran petani gurem dan petani buruh, boleh dibilang sebagai warga bangsa yang belum mampu menikmati sedap nya pembangunan. Nasib dan kehidupan nya, sungguh jauh berbeda dengan para konglomerat yang keseharian nya terlihat hidup dalam gelimpangan harta dan kekayaan. Di mata mereka adagium "besok makan apa", pasti tidak berlaku. Namun di kalangan petani gurem mau pun petani buruh, jelas adagium "besok makan apa" merupakan ungkapan yang kerap kali menghantui kehidupan nya. Bahkan sekedar untuk menebus "beras raskin" yang harga per kilo gram nya Rp. 1.600,- pun adakala nya mereka harus bekerja keras untuk memperoleh nya.

   Sebagai warga bangsa, kaum tani tidak berbeda dengan para konglomerat. Mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama selaku warga negara. Kalau pun dalam perkembangan selanjutnya, ada bagian dari warga bangsa yang mampu mematrikan diri nya sebagai "penikmat pembangunan", dan di sisi yang lain ada yang pantas disebut sebagai "korban pembangunan", maka menjadi tugas kita bersama untuk mendekatkan kesenjangan tersebut. Inilah sebetul nya pokok masalah yang sejak lama kita hadapi. Suasana "bersama dalam kemakmuran dan makmur dalam kebersamaan", sudah waktu nya untuk digelorakan dan diejawantahkan dalam perilaku hidup sehari-hari.

Jumat, 18 Maret 2011

LAPORAN KEPENDUDUKAN

 KEADAAN BULAN : PEBRUARI 2011 


PERINCIAN
WNI
ORANG ASING
        JUMLAH       
L
P
L
P
L
P
L + P
2
3
4
5
6
7
8
9
Penduduk awal bulan ini
3325
3177
-
-
3325
3177
6502
Kelahiran bulan ini
1
3
-
-
1
3
4
Kematian bulan ini
0
2
-
-
0
2
2
Pendatang bulan ini
2
0
-
-
2
0
2
Pindah bulan ini
0
0
-
-
0
0
0
Penduduk akhir bulan ini
3328
3178
-
-
3328
3178
6506

LAPORAN KEPENDUDUKAN


KEADAAN BULAN :   JANUARI 2011
PERINCIAN
WNI
ORANG ASING
JUMLAH
L
P
L
P
L
P
L + P
2
3
4
5
6
7
8
9
Penduduk awal bulan ini
3326
3179
-
-
3326
3179
6505
Kelahiran bulan ini
2
2
-
-
2
2
4
Kematian bulan ini
2
2
-
-
2
2
4
Pendatang bulan ini
0
1
-
-
0
1
1
Pindah bulan ini
1
3
-
-
1
3
4
Penduduk akhir bulan ini
3325
3177
-
-
3325
3177
6502