Rabu, 14 Mei 2014

Kubro Siswo Bintang Siswo

Kesenian Kubrosiswo  ini berasal dari dusun Karang Tengah Desa Tlogopucang berdiri sejak tahun 1995 dengan nama BINTANG SISWO. Kesenian kubro ini kalau dilihat dari segi bahasa, Kubro diartikan Besar dan siswo adalah siswa atau murid. Kubrosiswo kemudian berarti murid-murid dari (Tuhan Yang Besar ). karena itu kesenian ini selalu dijalankan dengan menjunjung Kebesaran Tuhan. ada juga yang mengatakan kubro siswo berasal dari singkatan Kesenian Ubahing Badan lan Rogo (kesenian mengenai gerak badab dan Jiwa) Kubro siswo sering dikaitkan dengan sebuah ceritera tentang seorang kyai Ki Garang Serang. Ia di percaya sebagai seorang Prajurit Pangeran Diponegoro yang mengembara didaerah Pegunungan Menoreh. Pertarungannya dengan sekelompok binatang Buas dihutan kawasan itumenjadi latar kesenian masal ini.
Kubro Siswo juga diyakini sebagai sebuah akulturasi budaya jawa, Islam dan kolonial, itu tercermin dari dandanan para penari yang mirip pasukan kerajaan, tetapi dari pinggang kebawah mengenakan dandanan seperti pemain Bola. Dalam Pementasannya juga harus ada seorang kapten yang memimpin tarian dan selalu mmbawa peluit. (dari beberapa sumber)
Berikut Album Pertunjukan Kubro Siswo BINTANG SISWO yang sedang mengikuti Pentas Pertunjukan Kesenian Rakyat Jawa Tengah (PKRJT 2014) di Taman KB Jln. Menteri Supeno Semarang pada tanggal 10 Mei 2014.

PESONA EMBUNG TUK BUNTU TLOGOPUCANG






Kamis, 06 Februari 2014

CERIPING ANEKA RASA

PROSES PEMBUATAN CERIPING ANEKA RASA

Artikel ini membahas tentang proses pembuatan ceriping aneka rasa yang ada di Desa Tlogopucang. Pembuatan ceriping aneka rasa diyakini dapan menambah nilai jual dan tentunya rasa yang berbeda dari ceriping pada umumnya. Karena dinilai mempunyai potensi, munculah ide pembuatan ceriping aneka rasa ini yang mana juga merupakan salah satu program kerja TIM I KKN UNDIP Desa Tlogopucang. Berikut adalah proses pembuatannya :
1. Bahan baku
Gambar 1 Pemilihan bahan baku

Selasa, 03 September 2013

JADWAL KEGIATAN PILKADES 2013

Pelaksanaan Pemilihan 224 Kepala Desa se Kabupaten Temanggung Tahun 2013  dilaksanakan secara serentak, Berikut rangkaian jadwal pelaksanaan kegiatan :
JADWAL KEGIATAN
PEMILIHAN KADES SE-KABUPATEN TEMANGGUNG TAHUN 2013



No URAIAN KEGIATAN WAKTU PELAKSANAAN
1 2 3
1 Sosialisasi Pilkades dan pembentukan Panitia Pilkades 19 Agustus - 2 September 2013



2 Penjelasan Teknis Pilkades di Kabupaten 3 - 5 September 2013



3 Pengumuman Pencalonan dan Pendaftaran Bakal Calon Kepala Desa 3 - 10 September 2013



4 Penerimaan Pendaftaran Bakal Calon Kepala Desa dan penelitian berkas lamaran (persyaratan administrasi) 11 - 26 September 2013



5 Pendaftaran Pemilih dan pembuatan Daftar Pemilih Sementara (DPS) 3 - 18 September 2013



6 Pengumuman Daftar Pemilih Sementara 19 September - 4 Oktober 2013



7 Kesempatan melengkapi persyaratan administrasi bakal calon yang persyaratannya masih kurang (belum lengkap) 27 September - 4 Oktober 2013



8 Penelitian Keabsahan Persyaratan Administrasi Bakal Calon 5 - 8 Oktober 2013



9 Penetapan dan Pengumuman Bakal Calon yang memenuhi persyaratan administrasi 9 Oktober 2013



10 Pengumuman Daftar Pemilih Tambahan 5 Oktober 2013



11 Pembuatan Daftar Pemilih Tetap 7 Oktober 2013



12 Pengumuman Daftar Pemilih Tetap 8 Oktober 2013



13 Ujian Penyaringan Bakal Calon 16 Oktober 2013



14 Penyiapan Kartu Suara 16 Oktober 2013



15 Penetapan Tanda Gambar dalam Pilkades 17 Oktober 2013



16 Penyampaian Undangan kepada Pemilih 9 - 12 Oktober 2013



17 Pengumuman Hasil Ujian Penyaringan 18 Oktober 2013



18 Penetapan Calon Kepala Desa 18 Oktober 2013



19 Pengundian Tanda Gambar Calon Kepala Desa 18 Oktober 2013



20 Kampanye Calon Kepala Desa 18 Oktober 2013



21 Pelaksanaan Pemungutan dan Penghitungan Suara 19 Oktober 2013



22 Penetapan Calon Kepala Desa Terpilih oleh BPD 19 Oktober 2013



23 Pembuatan dan penyerahan SK BPD tetang penetapan Calon Kepala Desa Terpilih/usulan pengesahan calon Kepala Desa terpilih oleh BPD kepada Bupati melalui Camat 19 - 23 Oktober 2013



24 Proses Pembuatan SK Bupati dan persiapan pelantikan 24 Oktober - 2 November 2013



25 Pelantikan direncanakan 4 - 7 November 2013

Senin, 02 September 2013

Kemarau, Volume Air Embung Tlogopucang stabil

Sampai bulan Agustus 2013 ini, volume air embung di Desa Tlogopucang Kecamatan Kandangan, Temanggung mencapai ketinggian sekitar 2 meter, dan tidak berkurang meskipun saat ini memasuki musim kemarau. Padahal tahun lalu, pada bulan yang sama volume air sudah berkurang hingga 20 persen.

Stabilnya volume air embung tersebut menurut sejumlah warga di Desa Tlogopucang, Kandangan,  karena hingga Juli 2013 hujan masih turun di kawasan desa tersebut."Saat ini volume air embung Tlogopucang masih stabil, sehingga bisa mengairi atau menyirami tanaman sekitar embung tersebut," papar Sam'ani (55), warga desa itu.

Budi salah seorang petani menjelaskan, pada awal musim hujan bulan November tahun 2012 kemarin kondisi embung kosong tidak ada airnya karena stok air yang ada sudah habis digunakan untuk keperluan menyirami berbagai tanaman pertanian selama musim kemarau. Setelah turun hujan beberapa kali, air embung mulai terisi, hingga pertengahan Maret sudah mencapai ketinggian 190 cm. Kemudian pada bulan Juni 2013 mencapai lebih dari 2 meter.

Jumat, 12 April 2013

Nomer Undian Pasangan Calon Bupati &Wakil Bupati Temanggung 2013

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Temanggung menyelenggarakan pegundian nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati dalam Pilkada 2013. Pengundian dilakukan dalam rapat pleno terbuka yang dipimpin ketua KPU Sujatmiko diiikuti seluruh pasangan calon bersama tim kampanye masing-masing dihadiri FKPD dan pejabat terkait di pendopo Pengayoman (11/4).
Pengundian nomor urut diawali dengan pembacaan ketentuan tata cara pengundian yang disampaikan komisioner Yami Blumut. Setelah dilakukan pengambilan nomor, akhirnya pasangan Budiarto-Dedi Hariyadi yang diusung oleh koalisi lima Partai yakni Golkar, PPP, Hanura, Demokrat dan PKNU mendapat nomor urut 1, pasangan Fuad Hidayat-Andoyo yang diusung PKB mendapat nomor urut 2, dan pasangan Bambang Sukarno-Irawan yang diusung oleh PDIP memeroleh nomor urut 3. Sedang pasangan Hadi Kuswanto dan Tri Murdoko Sungkono dari jalur independen mendapat nomor urut 4 dan nomor urut 5 dimiliki pasangan yang diusung PAN Anif Punto Utomo-Budidoyo.
Seusai pengundian, para pasangan calon bupati dan wakil bupati menyatakan nomor urut yang dimiliki merupakan pilihan terbaik dan optimis bisa memenangi pilkada. Diutarakan nomor urut akan segera disosialisasikan kepada masyarakat pemilih supaya dikenal dan dihafal agar tidak lupa pada saat pemungutan suara tanggal 26 Mei mendatang.
Ketua KPU Kabupaten Temanggung Sujatmiko mengatakan setelah ada penetapan nomor urut maka akan segera dicetak kartu suara sesuai nomor urut dan foto pasangan calon bupati dan wakil bupati. Sedang Jadwal kampanye akan dimulai pada tanggal 8 Mei dan berakhir pada 22 Mei 2013 yang akan datang. Tanggal 8 Mei kampanye diisi dengan menyampaikan visi misi pasangan calon di DPRD Temanggung. Kemudian tanggal 9 tidak ada kampanye karena hari libur nasional. Tanggal 10 Mei kampanye bersama kemudian pada malam harinya debat calon pasangan, kemudian tanggal 11 hingga 20 Mei kampanye rapat umum.
“Setiap pasangan diberi kesempatan menggelar rapat umum sebanyak dua kali sesuai dengan no urut. Kemudian pada tanggal 21 debat pasangan calon yang kedua, dan pada tanggal 22 Mei digelar doa bersama agar Pilkada aman“ ujarnya.
Dia menambahkan untuk tahapan selanjutnya adalah hari tenang pada tanggal 22 hingga 25 Mei kemudian pemungutan suara dilakukan tanggal 26 Mei 2013 bersamaan dengan pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Jawa tengah

Mari Sukseskan Sensus Pertanian 1-31 Mei 2013

Rabu, 06 Maret 2013

Mahal, Biaya Mencalonkan Gubernur


 Wacana mengembalikan pemilihan gubernur di tingkat provinsi ke DPRD, sepatutnya didukung. Hal itu terkait dengan besarnya biaya yang harus disediakan para calon yang berlaga di pemilihan gubernur.

Para calon gubernur setidaknya harus mampu menyediakan dana minimal Rp 100 miliar.



Hal itulah yang sempat terungkap dalam kalkulasi biaya politik, terkait majunya sejumlah pasangan bakal calon dalam pemilihan gubernur Jawa Tengah 2013, Rabu (6/3/2013).



Menurut rencana, Pilgub Jateng akan digelar 26 Mei 2013 dan akan diikuti tiga pasangan bakal calon, yaitu Bibit Waluyo-Sudijono Sastroatmodjo (PD,PAN dan Partai Golkar).

Kemudian pasangan Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko (PDI-P) serta pasangan Hadi Prabowo-Don Murdono (koalisi parpol PPP, PKB, Partai Gerindra, Partai Hanura, PKS dan Partai Kebangkitan Nasional Ulama).

Menurut Rahardjo, salah satu pengurus partai politik pengusung pasangan bakal calon gubernur Jateng, minimnya jumlah pasangan bakal calon yang maju dalam pilgub menunjukkan jabatan gubernur tidak sebanding dengan biaya kampanye yang harus dikeluarkan.



Terlebih lagi, ketika upaya pemberantasan korupsi gencar berlangsung, analisis calon sulit akan bisa mengembalikan modal hingga jabatan gubernur berakhir lima tahun. "Untuk membiaya saksi partai politik di tempat pemungutan suara saja, membutuhkan biaya minimal Rp 25 miliar. Belum lagi biaya kampanye di 35 kabupaten dan kota juga memerlukan anggaran minimal Rp 50 miliar," ujar Rahardjo.

Pengurus partai lain menambahkan, penghasilan gubernur di Jawa Tengah selama lima tahun ternyata tidak sampai sebesar Rp 40 miliar. Kalau dihitung cermat, gaji, tunjangan dan insentif gubernur di Jateng per tahunnya hanya Rp 7,5 miliar atau Rp 627 juta per bulan saja," ujarnya.

Pengamat politik Fisip Universitas Diponegoro Semarang, Susilo Utomo, menyatakan, partai politik pendukung juga tidak mudah menawarkan kadernya supaya digandeng oleh calon gubernur. Kalau kader itu hanya menang popularitas tapi tidak kaya, calon gubernur juga tidak mau tombok.



Wajar saja ketika ada cagub akhirnya menentukan wakil gubernurnya, ketimbang kader-kader partai politik koalisi pengusungnya. Begitu halnya dengan pasangan calon lain, tentunya oleh partai politik sudah diperhitungkan akan mampu untuk menanggung biaya politik dalam pemilihan gubernur.


SEMARANG, KOMPAS.com —

Jumat, 14 Desember 2012

BUPATI YANG BERPERIKEMAJUAN




Setelah DKI Jakarta, disusul Jawa Barat,
tak lama lagi pesta demokrasi akan
menuju Jawa Tengah. Pada 26 Mei 2013,
Pilgub Jateng digelar bersamaan
waktunya dengan penyelenggaraan
Pilbup Kudus dan Temanggung. Penulis
memilih Temanggung sebagai bahan
wicara, selain alasan domisili juga karena
merasakan betul denyut nadi
...
perkembangan politik lokal yang harus
diungkap ke ruang publik sebagai bagian
penting membaca realitas. Pilkada mesti
dilihat secara esensial dalam dua hal yang
harus menghasilkan makna politik
beradab. Realitas itu bisa terwujud
manakala kita mendapatkan pemimpin
dengan sifat atau karakter maju, atau bisa
kita sebut pemimpin berperikemajuan.

Kamis, 13 Desember 2012

NETRALITAS PNS DI JAJARAN PEMDA TEMANGGUNG DIUJI

Tiga
pejabat di jajaran Pemerintah
Kabupaten Temanggung, Jawa
Tengah, berkeinginan maju dalam
ajang pemilihan bupati (pilbup)
Temanggung 2013. Tiga pejabat
tersebut adalah Kepala Dinas
Pendapatan Pengelolaan Keuangan
dan Aset Daerah (DPPKAD)
Kabupaten Temanggung Sadwoko
...
Heri Susatyo, Wakil Bupati
Temanggung Budiarto, dan Sekretaris
Daerah Kabupaten Temanggung
Bambang Arochman.
Bupati Temanggung Hasyim Afandi
mengatakan, secara lisan tiga pejabat
tersebut sudah mengutarakan niat
mereka untuk menjadi bakal calon
bupati. "Mereka bertiga sudah
meminta restu untuk maju dalam pilbup
dan sudah saya restui," ujarnya, saat
ditemui usai acara sosialisasi tentang
netralitas pegawai negeri sipil (PNS)
dalam pemilihan gubernur (pilgub)
Jawa Tengah dan pemilihan bupati
(pilbup) Temanggung 2013 di Graha
Bhumi Phala, Kabupaten
Temanggung, Selasa (4/12/2012).

Kamis, 26 Juli 2012

Pemerintah Kabupaten Temanggung, , akan merelokasi belasan rumah Rawan Longsor di Dusun Kedopokan

Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, akan merelokasi belasan rumah di kawasan rawan longsor di Dusun Kedopokan, Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan.


Bupati Temanggung Hasyim Afandi di Temanggung, Senin, mengatakan, berdasarkan penelitian dari Tim Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, rumah warga yang berada di Zona I dan II sebanyak 15 rumah perlu direlokasi.

"Rekomendasi dari tim peneliti UGM, sebanyak tujuh rumah di zona I dan delapan rumah di zona II perlu direlokasi. Untuk Zona I wajib relokasi, sedangkan di zona II tidak wajib dengan syarat harus membangun pengamanan berupa talut," katanya.

Ia mengatakan, untuk keperluan relokasi tersebut akan diusulkan anggaran pada APBD perubahan 2012.

Hasyim menuturkan, pembahasan APBD perubahan akan dimulai pertengahan Juli 2012 dan diharapkan pada Agustus 2012 sudah dapat disahkan dan program relokasi dapat segera terealisasi.

"Kalau lahan relokasi sudah ada, bisa menggunakan tanah pemkab, tetapi lokasinya agak jauh," katanya.

Ia mengatakan, untuk persiapan proses relokasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung akan melakukan pendataan ulang warga di kawasan rawan bencana di Tlogopucang.

Bupati mengatakan, dari data yang tertulis harus dilakukan penelitian ulang, berapa jumlah warga dalam Zona I dan Zona II dan berapa rumah sudah relokasi mandiri dan siapa yang tidak mau relokasi dengan alasan bagaimana.

"Proses pendataan ulang itu penting untuk dilakukan, kalau ada yang tidak bersedia direlokasi dengan alasan apa. Mungkin karena mereka tidak memiiki tanah atau mereka tidak memiliki uang untuk relokasi. Berdasarkan permasalahan tersebut, nanti akan kami tindaklanjuti melalui program strategis yang akan kami susun," katanya.

Ia mengatakan, proses pendataan ulang segera diselesaikan dan dilanjutkan pembahasan teknis berikutnya dan anggaran yang diperlukan bisa diajukan pada APBD perubahan. (atk) Suaraberita.com

Sabtu, 19 Mei 2012

Warga Kedopokan yang Rawan longsor "Bedol Rumah"

Gb. Rumah warga yg sudah mulai di bungkar dan di turunkan Gentengnya
Tlogopucang - Tumpukan genteng yang telah menghitam dan sejumlah kayu bangunan bekas yang sebagian tidak utuh lagi terlihat di pinggir jalan saat memasuki Dusun Kedopokan, Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Sejumlah anak sekolah dan warga terlihat bergotong royong membongkar sebuah bangunan rumah. Mereka menurunkan genteng kemudian dibawa ke pinggir jalan secara estafet.
Sekelompok pemuda mengusung bagian atap rumah berupa kuda-kuda kayu ke atas mobil "pick up" yang kemudian dibawa ke tempat lain untuk dirangkai kembali menjadi bangunan rumah.

Begitulah kegiatan masyarakat Dusun Kedopokan dalam beberapa waktu terakhir. Mereka terpaksa "bedol rumah" atau membongkar bangunan rumah mereka untuk dibangun kembali di daerah lain yang lebih aman dari ancaman bahaya tanah longsor.

Jumat, 18 Mei 2012

25 keluarga pindah karena khawatir longsor

Warga saat bermusyawarah tentang relokasi dg Kades Tlogopucang
Temanggung  - Dua puluh lima keluarga warga Dusun Kedopokan, Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, memilih pindah rumah karena khawatir terjadi tanah longsor.

Kepala Dusun Kedopokan, Imbuh Alwani, di Temanggung Jumat mengatakan, untuk sementara warga yang pindah rumah sebanyak 25 keluarga. Mereka pindah rumah ke lahan milik sendiri atau milik saudara yang lokasinya lebih aman dari ancaman tanah longsor.

GP Ansor Temanggung Bantu Relokasi di Kedopokan

TEMANGGUNG,  Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Temanggung, mengirim sebanyak 150 personil Banser untuk membantu masyarakat Dusun Kedopokan, Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan, merelokasi rumah yang terancam bencana tanah bergerak dan longsor. Mereka dipimpin oleh Wakil Kapala Satkorcab Banser Temanggung Abdul Rozaq.
Setelah melalui koordinasi dengan SAR Temanggung, para personil Banser tersebut dibagi menjadi lima kelompok. Yakni, ada kelompok yang bertugas meratakan tanah, kemudian merobohkan rumah, membangun rumah, mengangkat material dan kayu bongkaran rumah, serta melaksanakan tugas lainnya.

Tim LPM UGM teliti tanah bergerak di Temanggung

Kondisi geografis Dusun  Kedopokan (Foto : Zaini Arrosyid)
Temanggung, Tim Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Gadjah Mada Yogyakarta meneliti tanah bergerak di Dusun Kedopokan, Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Kamis.

Tim yang dipimpin Ketua Program Magister Pengelolaan Bencana Alam Fakultas Teknik UGM, Rachmad Jayadi, dengan anggota Dwikorita Karnawati, Teuku Faisal Fathani, dan Haryo tersebut melakukan observasi lapangan dan kajian teknis kejadian longsor yang oleh masyarakat setempat sebagai tanah bergerak.

Mereka meneliti, antara lain pemetaan tanah, mengukur derajat kemiringan, mengambil sampel tanah dan batuan.

Rachmad Jayadi mengatakan, kajian di lapangan untuk mengetahui fenomena terjadinya longsor. Hasilnya akan disampikan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung sebagai bahan mengambil kebijakan atas kondisi tanah di Dusun Kedopokan.

Kamis, 17 Mei 2012

Mahasiswa STAINU Galang Dana Untuk Pengungsi Kandangan

Ilustrasi
TEMANGGUNG  - Puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Temanggung yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) menggelar aksi penggalangan dana untuk pengungsi korban tanah bergerak di Dusun Kedhopokan, Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan. Penggalangan dana dipusatkan di Perempatan Terminal Induk Madureso Temanggung.

"Penggalangan dana ini kami lakukan untuk memberikan bantuan kepada korban bencana alam agar sedikit berkurang beban yang dialaminya. Karena kami terbatas untuk memberikan sumbangan dari institusi kami, yang kami lakukan adalah menggalang dana dari masyarakat umum untuk mereka," terang salah seorang pengurus BEM, Khotibul Umam, Senin (14/5).

Rabu, 16 Mei 2012

Anak-anak Pengungsi Akan Jalani Pemulihan Psikologi

TEMANGGUNG  - Sebuah tim khusus akan diterjunkan Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita (BBRSBG) Kementrian Sosial untuk pemulihan psikologi anak-anak pengungsi di dusun Kedopokan Desa Tlogopucang Kecamatan Kandangan Temanggung.
Anggota Unit Reaksi Cepat BBRSBG, Bambang Edi, Selasa (15/5) mengatakan pemulihan psikologi diperlukan agar anak-anak pengungsi bisa melupakan trouma psikologi yang dialami saat evakuasi akibat adanya pergerakkan tanah, Rabu (9/5).
"Anak-anak diungsikan pada malam hari, warga ada yang menggedor pintu saat evakuasi, ini sedikit banyak berdampak pada luka psikologis anak," katanya.

Pasca Tanggap Darurat Bencana berakhir Pemdes Tlogopucang membentuk Posko Penanggulangan Bencana Mandiri


Tlogopucang,  Rabu (16/5) Masa Tanggap Darurat Bencana di Dusun Kedopokan Desa Tlogopucang Kecamatan Kandangan Resmi berakhir dengan di tandai Penandatanganan berita acara serah terima dari Kepala Dinas sosial Kabupaten Temanggung    Teguh Suryanto  yang di damping  Kepala Bidang Asistensi Umi Lestari Nurjanah  kepada Pemerintah desa Tlogopucang  yang diwakili oleh Kepala Desa Tlogopucang Ahmad  Zaidin. Pada kesempatan itu Umi Lestari Nurjanah mengatakan miskipun dapur umum  ditutup Rabu (16/5). Tetapi bantuan sembako tetap akan disalurkan pada warga Melalui Pemerintah Desa, untuk pemenuhan kebutuhan dasar.  Selain, itu juga disalurkan susu, pembalut, sabun, dan berbagai kebutuhan lainnya selama di pengungsian.

Selasa, 15 Mei 2012

Do'a Warga Kedopokan Dikabulkan

Warga sedang membantu menyiapkan lahan Relokasi
Warga Dusun Kedopokan, Desa Tlogopucang, Kandangan yang sepekan ini  berdoa meminta hujan deras mengguyur dan longsor sehingga tanah akan stabil serta dijadikan tanah permukiman bila mendapat izin pemerintah. terjawab sudah tadi sore sekita 1 jam 20 menit Dusun Kedopokan Diguyur hujan dengan instensifitas sangat tinggi, mulai pukul 16.00 dan hujan baru reda pada pukul 17.20 waktu setempat. namun menurut pemantauan dari Tim Relawan PMI Ahmad Tirun bahwa Hujan yang mengguyur tadi sore itu tidak membuat tanah yang sudah retak menjadi longsor.

Warga Pengungsi Minta masa Tanggap Darurat diperpanjang

siswa MAN Temanggung saat memberikan Bantuan Logistik di Posko pengungsian
warga Dusun Kedopokan, Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung berharap masa darurat diperpanjang sampai bisa bertempat tinggal. Sedangkan, masa tanggap darurat akan berakhir, Rabu (16/5/2012).

"Dengan perpanjangan tanggap darurat, berarti dapur umum tetap beroperasional. Dapur