Temanggung, Sebanyak 747 jiwa dari 207 keluarga warga Dusun Kedopokan yang mengungsi ke daerah lebih aman menyusul terjadi tanah bergerak dan tebing longsor di wilayah tersebut, sebagian minta direlokasi.

Bupati Temanggung Hasyim Afandi di Temanggung, Jumat, mengatakan penanganan korban bencana tanah bergerak di Dusun Kedopokan, Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan, kabupaten setempat masih menunggu rekomendasi dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jawa Tengah.

Penanganan bencana di Tlogopucang perlu prioritas, namun harus dilakukan survei dan pemetaan wilayah tersebut agar diketahui seberapa besar radius bahayanya, katanya.

Ia menuturkan, hasil pemetaan itu nantinya sebagai pijakan jika memang harus ada relokasi rumah warga.

"Harus ada survei lebih dulu untuk mengetahui yang bahaya itu radius berapa ratus meter sehingga bisa membuat prioritas yang harus didahulukan untuk relokasi," katanya.

Hasyim meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung melakukan koordinasi dengan Dinas ESDM Provinsi Jateng, agar nanti dibuat rekomendasi sebagai pijakan langkah penanganan bencana di Tlogopucang.

Ia mengatakan, sebelum ada keputusan semestinya harus ada kepastian bahwa warga memang harus relokasi.

Menurut dia, yang berhak mengeluarkan keputusan tersebut adalah Dinas ESDM Provinsi Jateng.

"Seandainya nanti harus dilakukan relokasi, tentu ada skala prioritas mana yang lebih dulu direlokasi dan bagi warga yang tempat tinggalnya aman mereka harus kembali ke rumahnya," katanya.